Translation

Recent Posts

INFEKSI JAMUR PADA KULIT

Jamur berkembang pada daerah yang lembab dari tubuh, dimana dua permukaan kulit bertemu: diantara jari, pada area genital, ketiak, dan dibawah payudara. Infeksi jamur pada kulit (dermatofit) sebagian besar terjadi pada lapisan paling atas dari kulit.
Infeksi jamur dapat disebabkan oleh faktor-faktor :
  • Penggunaan antibiotik: Antibiotik mengurangi bakteri menguntungkan yang hidup pada tubuh, mengubah keseimbangan flora normal. Jamur dapat menggunakan kesempatan ini untuk berkoloni.
  • Penggunaan kortikosteroid: Kortikosteroid mengurangi peradangan dan digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Bagaimanapun juga, obat ini menekan respon kekebalan dan meningkatkan kondisi untuk terjadinya pertumbuhan jamur.
  • Kondisi Kesehatan: Diabetes dan beberapa kanker, seperti leukemia membuat seseorang mudah terkena infeksi jamur.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh: Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akan kesulitan dalam menangkal semua jenis infeksi. Demikian juga halnya dengan infeksi jamur akan semakin sulit untuk diatasi.
  • Faktor lingkungan: Kelembaban merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan reproduksi jamur. Paparan jamur lebih sering terjadi pada area komunitas yang lembab seperti ruang loker atau kamar mandi. 

Jenis-jenis Infeksi Jamur pada Kulit

Ada tiga generasi dermatofit: Trichophyton, Microsporum dan Epidermophyton. Infeksi kulit dan kuku (onychomychosis) yang melibatkan dermatofit sering disebut infeksi Tinea atau kurap.

Obat-obatan untuk Infeksi Jamur pada Kulit

Antifungi (anti jamur) dapat digunakan secara eksternal (topikal) atau oral tergantung dari jenis infeksi yang diderita. 
Obat-obatan untuk infeksi jamur diantaranya:
  1. Antijamur/ anti-yeast untuk infeksi kulit (topikal). Bentuk sediaan dapat berupa krim, lotion, salep, sabun, shampoo atau spray. Obat-obatan: Benzoic acid, benzoyl peroxide, bifonazole, chloroxylenol, ciclopirox olamine, clioquinol, clotrimazole, econazole nitrate, fluconazole, isoconazole, ketoconazole, miconazole nitrate, nystatin, selenium sulfide, sertaconazole, sulconazole nitrate, terbinafine, tolnaftate, undecenoate, zinc pyrithione.
  2. Antijamur/ anti-yeast untuk infeksi kuku (topikal). Bentuk sediaan dapat berupa larutan, lacquer, atau paint. Obat-obatan: Amarolfine, Tioconazole, Salicylic acid.
  3. Kombinasi antijamur/ antibakteri (topikal). Bentuk sediaan krim atau salep. Obat: miconazole nitrate/ hydrocortisone. Kortikosteroid topikal tidak diindikasikan sebagai monoterapi.
  4. Antijamur sistemik jika infeksi meluas. Obat-obatan: Terbinafine, itraconazole, nystatin, griseofulvin (penggunaan untuk anak-anak).
BACA JUGA:

2 komentar:

sayyadi mengatakan...

Nice info

Nita Setiari mengatakan...

Terimakasih infonya, sangat bermanfaat...