Translation

Recent Posts

LUKA BAKAR

Luka bakar adalah cedera jaringan yang disebabkan oleh panas, zat kimia, listrik  ataupun radiasi. Tingkat cedera (atau besarnya luka bakar) mencerminkan intensitas dari panas dan lamanya waktu  paparan.


Gejala Luka Bakar


Luka bakar derajat satu (lapisan superficial dari kulit)
  • Kesemutan dan hipersensitivitas pada kulit.
  • Area yang terbakar menjadi kering dengan atau tanpa pembengkakan.
  • Luka akan nampak merah berubah menjadi putih ketika ditekan.
Luka bakar derajat dua (tingkatnya bervariasi di kulit, dengan formasi melepuh).
  • Memerah, membengkak dan melepuh pada area yang terpapar.
  • Luka kemungkinan mempunyai permukaan yang terkoyak.
Luka bakar derajat tiga (Kehancuran penuh pada kulit dan jaringan di bawahnya).
  • Permukaan dari luka bakar kemungkinan putih dan lunak atau hitam hangus dan kasar.
  • Tidak ada rasa atau sensasi rasa pada area yang terbakar.

Penyebab Luka Bakar

  • Api, atau cairan panas ( sebagian besar)
  • Bahan kimia atau asam
  • Listrik
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan

Pencegahan Luka Bakar

  • Gunakan sunscreen ketika sedang diluar ruangan.
  • Pastikan perangkat listrik termasuk kabel dirumah aman.
  • Pisahkan /tempatkan bahan kimia yang ada dirumah di dalam tempat khusus.
  • Gunakan temperatur yang rendah untuk pemanas air.
  • Simpan dan gunakan bahan yang mudah terbakar secara aman.

Perawatan di Rumah untuk Luka Bakar

  • Jika luka tidak ada yang terkoyak, dinginkan dengan air dingin atau rendam luka dalam air dingin (tetapi bukan air es), biarkan terendam selama kurang lebih 5 menit.  Atau gunakan handuk basah yang bersih untuk mengurangi rasa sakit.
  • Sesudah dibasuh dan direndam beberapa menit, tutup luka dengan pembalut steril atau kain yang bersih.
  • Lindungi luka bakar dari tekanan maupun gesekan.
  • Luka bakar minor biasanya akan sembuh tanpa pengobatan lebih lanjut. Tetapi jika luka bakar derajat 2 meliputi area yang mempunyai diameter lebih dari 2 atau 3 inchi atau jika luka terdapat di tangan, kaki, paha, lutut, atau sendi mayor, perlakukan seperti luka bakar mayor.
Luka Bakar Mayor:
  1. Jika seseorang terbakar, bungkus dengan menggunakan bahan non sintetik untuk memadamkan api (gunakan wol, mantel katun, permadani atau selimut) atau baringkan orang tersebut kemudian gulingkan di tanah.
  2. Pastikan orang tersebut tidak lama kontak dengan bahan yang terbakar dan masih bernapas. Jika pernapasan terhenti, atau jalan napasnya tertutup, buka jalan napasnya. Bila perlu  mulai penyelamatan pernapasan dan CPR.
  3. Tutup area yang terbakar dengan pembalut yang lembut dan steril (jika mungkin ) atau kain bersih.
  4. Angkat bagian tubuh yang terbakar di atas  letak jantung. Lindungi area yang terbakar dari tekanan dan gesekan.
  5. Ambil langkah untuk mencegah syok. Baringkan korban, angkat kakinya kira-kira 12 inchi dan selimuti dengan jaket atau selimut. Namun,  jangan tempatkan  orang pada posisi  ini jika dicurigai adanya cedera  kepala, leher, punggung atau cedera kaki.
  6. Pantau terus  tanda-tanda vital (nadi, kecepatan napas, tekanan darah) sampai bantuan medis datang.
Obat-obatan untuk Luka Bakar
  • Anestetik dan antipruritik topikal: bekerja dengan cara menghilangkan rasa sakit sementara dan/ atau gatal yang disebabkan oleh luka bakar ringan.
  • Agen antibakteri topikal (antibiotik, antiseptik): mencegah infeksi; tidak untuk pengobatan luka.
  • Pelindung kulit: diindikasikan untuk luka bakar derajat satu dan dua.
Obat-obat yang harus dengan resep dokter:
Antibakteri topikal: Bacitracin, fucidic acid, gentamicin sulfate, mupirocin, neomycin sulfate, nitrofurazone, polymyxin B sulfate, silver sulfadiazine, sodium fusidate.
Pelindung kulit: deproteinized calf blood extract

Obat-obatan OTC:
Antipruritik/Antihistamin: Camphor, dimethindene maleate
Antiseptik Topikal : Benzalkonium chloride, povidone-iodine
Pelindung kulit: Petroleum jelly, zinc oxide

PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR KARENA BAHAN KIMIA

  • Bahan kimia harus segera dibilas dari permukaan tubuh dengan banyak air.
  • Bubuk bahan kimia harus disikat dari kulit sebelum dilakukan  pembilasan.
  • Cedera mata karena bahan kimia memerlukan irigasi atau pencucian secara terus-menerus.

BACA JUGA:

Tidak ada komentar: